Chici Fitriyanti Angraeni Abdulfattah


Januari 24, 2012

Menumbuhkan rasa Percaya Diri


Percaya Diri, gampang diucapkan dan menjadi dambaan setiap insan didunia ini. Akan tetapi terkadang sulit untuk menumbuhkan rasa itu, pun oleh seorang yang mempunyai pengalaman dan kelebihan disana sini.

Rasa tidak percaya diri muncul ketika kita merasa ragu-ragu dalam melakukan suatu perbuatan atau tindakan. Kita merasa bahwa apa yang akan kita lakukan kurang baik dimata orang lain, atau kita merasa takut salah dalam melakukan sesuatu. Padahal kekhawatiran kita itu tidak mendasar.

Bisa jadi perasaan kita mengatakan apa yang kita lakukan kurang baik dimata orang lain, padahal baik dimata orang lain. Bila kita merasa benar, jangan ragu-ragu untuk melangkah. Bila apa yang kita lakukan benar tetapi caranya salah, mungkin itu bagian dari proses kehidupan yang mudah2an dapat mendewasakan kita, dapat mematangkan kita.

Tidak ada bayi yang lahir langsung bisa berlari, semua harus melalui tahapan-taapan di mana suatu saat kita akan sampai dipuncak. Kita takut gagal dalam melakukan sesuatu,padahal kegagalan sesungguhnya adalah tatkala kita tidak mau mencoba melakukan sesuatu.

Ada beberapa langkah untuk menumbuhkan percaya diri.

Pertama, Kita harus menyadari bahwa Allah SWT, menciptakan kita berkualitas unggul dan dalam kondisi terbaik. Dia berfirman, Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya ( QS.At-tiin:4 ).

Kedua, belajar mensyukuri ni`mat yang Allh berikan kepada kita.Allah berfirman, Sungguh jika kamu bersyukur, niscaya kami akan menambah ni`mat kepadamu ( QS.Ibrohim;7 ). Carilah ni`mat Allah yang telah diberikan kepada kita untuk kita syukuri, karena setiap ni`mat yang disyukuri akan mendatangkan ni`mat-ni`mat yang lain.

Ketiga, sering-seringlah membaca diri dengan bertanya kepada orang tua, atau bila perlu kepada psikolog untuk mengetahui potensi kemampuan diri.

Keempat, seringlah bertemu atau membaca biografi orang-orang sukses. Bertemu atau membaca kisah-kisah mereka akan menumbuhkan semangat. Semakin banyak input dari orang-orang yang berhasil bangkit dari keterpurukan Insya Allah akan melahirkan inspirasi bagi kita. Kita ambil contoh Rasulullah SAW, bagaimana seorang anak yatim piatu bisa menjadi seorang pengusaha sukses sekaligus pemimpin umat.

Kelima, mulai perbaiki pergaulan. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan dengan bergaul dengan orang-orang gagal. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, niscaya semangatnya akan menular pada diri kita.Jadi, salah dalam memilih teman, salah dalam memilih pergaulan, sama artinya dengan salah dalam memompa kemampuan kita.

Keenam, do it now, lakukan sekarang juga. Setiap kali bertambah pengalaman, maka akan bertambah pula rasa pede kita. Berpidato misalnya, percaya diri akan meningkat ketika kita sudah mencobanya.

Terakhir, rasa percaya diri akan bertambah dengan memperbaiki ibadah dan memperbanyak doa. Ibadah akan mendatangkan pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah, maka akan semakin kuat doa dan keyakinan kita pada Allah.Sehingga, Allah pun pasti akan membukakan jalan keluar atas setiap masalah yang dihadapi.



Sumber : Tabloid MQ edisi januari 2004

0 comments:

Posting Komentar