Chici Fitriyanti Angraeni Abdulfattah


September 30, 2014

Pendidikan Dasar Wanadri 2014 (Tahapan Basic)

"Cepat Jalan tuan Putri, jangan jadi penghambat kamu tuan" Teriakan-teriakn pelatih memecah keheningan.... 

saya melihat beberapa teman putri menolong lesly untuk bisa berjalan... wajah lesly pucat  dan sesekali dia pingsan.. menjawab pertanyaan pun tak bisa... jalannya tergopoh-gopoh.. 
 lesly sempat minta pulang saat itu, tapi teman-teman tak rela dia pulang, teriakan-teriakan kata "SEMANGAT.." teriakan kita harus lulus 23 orang putri.. harus selalu katakan.. 

 saat itu kita sama-sama lelah, sakit pun sama, menolong diri sendiri pun rasanya berat, memang hanya semangat yang bisa membuat kaki ini lebih kuat untuk berjalan, tak saya pungkiri, saya pun sempat drop terjatuh dan berjalan sambil menangis karena menahan sakit, kalo tidak dipegang teman saat itu mungkin saya juga pulang...  

sampai di situ lembang hari sudah mau pagi , kami dibariskan di lapangan dengan teriakan dari pelatih "Selamat datang di tempat latihan kami.."

diistirahatkan sebentar lalu kembali berlari mengikuti pelatih, 

saya tidak terlalu memperhatikan tempat ini, dalam hati saya hanya terus bersyukur karena longmars telah berakhir, sudah sampai... dan ternyata saya salah, longmars itu terus ada dalam tahapan basic, bahkan lebih dari sekedar longmars.

kami diarahkan ke danau, dibariskan, tangan-tangan harus saling berpegangan, abah-abah pelatih melai meneriakan "Majuuu Jalan..." jalan menuju danau, masuk ke danau, teriakan WANADRI PECAH, saya terus berteriak wanadri..wanadri karena menahan dinginnya danau situ lembang, pertama kali dicebur saya merasa hal ini seru, ini sama seperti divideo yang saya liat, masih bisa haha-hihi saat di cebur, walaupun sempat was-was karena terus maju dan kaki saya mulai tidak bisa menyentuh tanah, perlahan saya mulai mundur tapi mata-mata pelatih terus mengawasi...

Selama 2 minggu setiap pagi dan sore di rendam, yang ada malah selalu berdoa semoga pagi ini TIM BINJAS berbaik hati tidak ada rendaman pagi.

DINGIN.... itu saja yang ada dipikiran ku... 
ingin ganti baju kering, tapi pikiran was-was keril ku basah, semoga packingan tetap aman...

lari-lari ditempat sambil meneriakan WANADRI..WANADRI..WANADRI menjadi obat penawar rasa dingin, 

pikiranku ahk sebentar lagi pasti kita disuruh ganti baju, prediksi yang salah!
BINJAS pagi... 

"Semuanya Turun, posisi Push Up, tidak ada yang menurunkan Ransel" Teriak pelatih,

"PAKAI JARI!!!" tambah teriakan pelatih..

kamu tau rasanya kawan? tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata, kamu harus merasakannya sendiri!

Masih belum berakhir, tidak ada kata istirahat, baju tetap basah, ransel tetap dipakai. setelah binjas kami sarapan pagi dan langsung memulai materi, belum diijinkan memasuki barak, setiap materi mengantuk, lelah, dingin,  saya baru paham baju basah dibiarkan kering dibadan. 

Sore hari masih kami dituntun kembali menuju danau, direndam kembali, dan bukan hanya itu ambil posisi Push Up di dalam danau , ransel tetap dipakai.. kali ini bukan hanya menahan dingin, tapi beban dipundak.

Tanpa disuruh saya langsung lari-lari ditempat, karna saking dinginnya, hari sudah mulai gelap, dan baju tetap basah, lagi-lagi saya ke geeran "ahk pasti langsung disuruh ganti baju"pikirku.

Ternyata masih ada materi sampai jam 9 malam.. duduk di ruang materi, menahan kantuk, menahan lelah, dan menahan dingin..  mata harus tetap fokus, sekali mulai terpejam mata-mata pelatih yang mengawasi langsung menunjuk anda keluar dari tempat duduk dan kembali direndam di danau, istilah "CARI SENDOK" di danau... bayangkan saja danau situ lembang siang hari aja sudah bisa buat mengigil apalagi malam hari...  

Teman-teman putri selalu duduk berimpit-impitan agar tidak terlalu dingin, tapi saya selalu mendapat posisi dipinggir, jadi tetap aja dingin, posisi duduk selalu paling depan dan kursi bagian tengah, selalu sama , saya, lingga, zamoya, sae. 

di pdw light off bisanya jam 22.00, kadang bisa 22.30, 23.00. dan itu adalah hal yang selalu di tunggu-tunggu oleh semua siswa.. waktunya bermanja dengan SARUNG BAG.

ya PDW tidak mengenal SLEEPING BAG, tapi dari jaman bahuela  2 SARUNG disambung jadi 1 alias SARUNG BAG menjadi teman tidur para siswa PDW.

tidur dibarak beralaskan matras, berselimut sarung bag, berbantalkan baju. 

"Besok kalian harus bangun pukul 03.45" kata pelatih

Teman-teman putri sepakat bangun jam 3 pagi agar bisa packing, dan ternyata lebih banyak yang terlelap, termasuk saya, 

siapa yang sangka anda akan dibangunkan dengan dentuman TNT yang hanya berjarak beberapa meter dari barak, sampai getarannya terasa.. rasanya jantung mau copot,  kaget, bunyi TNT dan bunyi senjata api jadi alarm pagi kita...

segera ganti baju olaraga, teriakan-teriakan pelatih mulai menggelegar.. gebrakan-gebrakan pintu , dentuman TNT, Bunyi senjata jadi satu kagetnya bukan kepalang, panik!!
dan semua tiba-tiba sibuk dengan dirinya sendiri...

kalo dipikir-dipikir sekarang suka ketawa sendiri, apalagi mengingat wajah-wajah bangun tidur dicampur wajah kaget dan panik.

Tapi  dari sini saya baru sadar, saya dilatih untuk bisa manahan semua kesakitan, 
berusaha untuk bisa mencapai tujuan,
 lawan rasa malas dan terus bergerak,
 karena  saat kita sudah kaku tak bernyawa, saat itulah tidak ada lagi yang bisa kita lakukan dan kita lawan, saat kematian sudah datang. 

Tapi selama masih bisa bernafas dan bergerak, maka lawan lah rasa malas dan sakit itu. bersabarlah dan tetap terus berusaha, 
karena kemenangan yang sejati diraih bukan dari kemudahan, 
tapi setelah derita yang menjadi pelajaran buat kehidupan. 

to be continue...




you are the Legend of my Life

you are the Legend of my Life

Terima Kasih telah tahan banting selama 1 bulan penuh, walaupun kegedean sepatunya uk 40, terpaksa pakai 2 insol, kaos kaki lapis 3 kamu tetap bersahabat bersama kakiku, tidak ada lecet, tidak ada bula, tidak ada kutu air, kaki bersih mulus sampai pelantikan di kawah upas.. 
ceko jasamu abadi ^_^ 

September 26, 2014

Pendidikan Dasar Wanadri 2014 (Longmars 1)

"Tuhan kuatkan aku, Tabahkan aku, dan luluskan aku dari pendidikan ini dalam keadaan sehat walafiat." aamiin

Doa ini yang selalu ku panjatkan disetiap sujudku, Doa ini pula yang selalu saya titipkan ke orang tua, sahabat-sahabat dan kerabat.

Doa ini pula yang mengantarkan ku sampai ke kawah upas dalam keadaan sehat berdiri tegak saat pelantikan.

Dengan syal orange yang melingkar di leher, bersama bet bertuliskan WANADRI disebelah kiri, dentuman-dentuman TNT dari kiri kanan membuat pikiran kembali ke 27 hari yang lalu, saat pembukaan PDW hingga sekarang, ada rasa haru, bangga, bahagia, sedih... rasanya ingin teriak mengatakan
 "TERIMA KASIH TUHAN ... aku bisa berdiri ditempat ini"


27 hari yang lalu menaiki kawah candradimuka menuju situ lembang dan itu bukan hal yang mudah beberapa teman saya gugur dimedan longmars 1 ini.

jarak yang harus tempuh putra mulai dari stadion siliwangi-situ lembang dan untuk jarak tempuh putri dari pasar lembang-situ lembang.

jujur saya termasuk siswa yang suka berhenti dan lamban di 2 jam pertama, sedikit-sedikit berhenti alasanya pasti "bentar ya ngatur napas". "bentar ya benerin ransel..." syukur tim ku saat longmars 1 ini ga protes dan tetap riang gembira, masih sempat cengengesan dan ga sangka yang dikiranya kita paling belakang, ternyata kita regu ke dua yang sampai kawah upas.

Ditengah perjalanan menuju tower kita dibariskan ditanah lapang dengan bentakan-bentakan dari pelatih 

"Cepat...cepat jangan lamban.."seru pelatih 

"Keluarkan ponco kalian, dalam hitungan 10 ransel dan ponco sudah dikenakan" teriak salah satu pelatih, 

semua bergerak cepat, saya termasuk orang yang kaget dengan latihan ini awalnya dan termasuk siswa yang lamban belum mengerti dengan ritme pergerakan pendidikan ini.. 


kami diberi aba-aba untuk tidur selama 10 menit duduk tampa melepas ransel menggunakan ponco.. sempat mata mulai tertidur dan tiba-tiba suara TNT dan senjata api memecah keheningan.. (DUUUUUAAAARRRR..... DUUUAAARRRR)  gila jantung rasanya mau copot, tanah rasanya goyang, semua kaget, panik, ada apa ini? kenapa  pendidikan ini seperti ini... 

saya mulai panik dan jujur kelabakan cepat-cepat langsung berdiri dan membentuk barisan, tapi entah tangan siapa yang mendorong-dorong dari belakang yang membuat saya susah bergerak ke barisan, push up pertama menggunakan jari itu pelajaran pertama yang saya dapat malam itu. 

kami mulai berjalan kembali turun menuju situ lembang, dan ternyata masih panjang, kadang mulut tak henti-hentinya bertanya kapan sih sampainya? berapa lama lagi? benar kata seorang teman longmars 1 ini ketabahan benar-benar di uji, kaki harus benar-benar kuat, karna ini awalnya memulai ritme pendidikan.


to be continue...