Chici Fitriyanti Angraeni Abdulfattah


Maret 15, 2010

imanku di uji. di saat ku mengatakan aku cinta kepadaNYA












tak bisa kulupa hari-hari dimana saat keimananku lagi memuncak.
di mana aku mengatakn aku cinta kepadaMU ya ALLAH, cintaku di uji olehNYA.

begitu berat rasanya hari-hari dimana serasa dimana aku tak ingin hari esok itu ada. hari itu dimana aku ujian akhir semester 3. dan hari yang sama pula aku harus mendengar bahwa ibunda ku jatuh sakit,.. beliau kena penyakit diabetes dan mata sebelah kiri beliau kena katarak dan sudah tidak bisa berfungsi lagi. saat aku dengar beliau masuk rumah sakit, dimana aku berpikir dia tidak punya siap-siapa lagi anaknya merantau kakak aku sudah menikah dan dia tinggal bersama suami dan anaknya di manokowari irian. saat itu di pikiranku hanya siapa yang akan mejaga mama? apakah bapak? sejujurnya bapak ku adalah orang yang sangat acuh tak acuh.

untungnya sodara-sodara dari keluarga mama sebgaian ada yang tinggal di kota manado tepatnya di kotamobagu, mereka datang ke manado untuk merwat ibundaku. hatiku kacau pikiranku kacau, sejujurnya aku bingung mau berbuat apa.. karna aku berada di bandung sedang mama di manado, dan biaya tak ada untuk pulang apalagi masa-masa itu aku sedang ujian smester,... di tambah masalah2 masa remajaku, serasa berat.. sungguh sangat berat tiap hari aku bahkan takut untuk menelpon ke manado karna takut mendengar berita2 yang hanya akan membuat hatiku makin hancur. aku dengar dari om aku mama tangan kirinya mulai terkena stroke ringan mulai tersa kaku, kakinya juga, gula darhnya 232... jadi kataraknya tidak bisa di operasi. aku hanya bisa menetip doa. di setiap training ESQ aku selalu menitip doa Al-fatiha untuk ibundaku, di setiap sujudku aku selalu memohon doa untuk kebaikannya sampai aku malu selalu mengeluh kepada ALLAH.


AL-shobur... itu adalah salah satu sifatNYA aku tau aku sedang di uji aku mendengar sebuah kisah dari kakak trainer ESQ. kisah itu membuat aku tergugah,... air mataku menetes dan hatiku terasa sangat sakit. dipikiranku hanya ada sesosok renta itu,. belaian tanganya yang hangat dan lembut, wajah dan senyumannya yang selalu membuat ku rindu,.. dari rahim beliau aku terlahir tapi waktu dia sakit aku tak bisa merawat beliau karna jarak dan materi. sungguh sakit rasanya.

aku pasrah karna tak bisa pulang ke manado,.. aku menelpon om aku di bau-bau dan di manado lalu menceritakan kalo mama sakit,... dan sungguh alhamdulillah aku di bantu. om aku mau membelikan tiket pesawat agar aku bisa pulang ke manado.

dan sungguh aku berterimah kasih ya ALLAH.

dari situ aku yakin ALLAH menjabah doa-doaku, ALLAH maha tau isi hati setiap hambaNYA. aku pulang ke manado tgl 10 feb. dan alhamdulillah aku di terima magang di salah satu BANK swasta di manado.

sesampainya di manado rasa rindu ku tak bisa di bendung, aku hanya bisa meneteskan air mata rindu... aku melihat mama semakin kurus, keriput di wajahnya semakin terlihat... ku peluk orang yang ikhlas memberikan rahimnya untuk mengandungku.


aku bisa merasakan tubuhnya bergetar saat memelukku,.... sungguh aku sangat rindu...
aku rawat beliau, menyiapakn makan dan menyiapakn air hangat untuk beliau.

ternyata dalam keaadaan sakit beliau pun masih sering ke kantor, beliau seorang pegawai negri di polda sulut.

sungguh aku malu. beliau bekerja untuk membiayai sekolahku,.. mengirimkan uang bulanan kepadku, sungguh aku malu. dalam keadaan sakit dia masih bekerja. aku menagis karna dia. mulai saat itu aku berjanji aku harus bisa menghasilkan uang sendiri...

sepulang dari manado aku memulai bisnis di kampus aku menjual pulsa dan memulai berbisnis kerudung, aku menjualnya ke teman2 kampus. alhamdulillah hasilnya lumayan. sampai sekrang pun alhamdulillah masih lancar. aku hanya ingin agar aku tidak menjadi beban lagi untuk kedua orang tua ku apalgi mama. lebih baik gajinya di pakai buat dia berobat dan untuk operasi matanya. agar dia bisa sehat lagi.

aku malu selalu meminta kepada orang tuaku, selalu mengandalkan mereka. selalu menyusahkan mereka.
aku mendaftar menjadi asisten praktikum di kampus.. alhamdulillah aku ketrima mengajar jaringan komputer. jadi setidaknya aku punya penghasilan. dan beban mereka bisa berkurang.

pengobatan buat mama pun bisa full. untuk menrunkan gula darahnya setiap bulan harus 2x cek up ke dokter dan itu sekali cek up membutuhkan biaya yang lumayan besar. beliau selalu mengeluh dengan mata kirinya yang sudah tidak bisa berfungsi lagi karan tertutup katarak.


sekrang aku sudah di bandung lagi. beliau pasti sangat kesepian disana tidak ada yang mengajak ngobrol.

aku hanya bisa menitip doa untuknya,...

SALAM PELUK, RINDU, CIUM, dan CINTAKU untukmu mama....



cerita ini benar adanya dan itu terjadi pada diriku.



SALAM 165

1 comments:

Chici F A Abdulfattah mengatakan...

i love bunda

Posting Komentar